Judul Terbaru

    Back Groud MRB (atas)


     

    Pengumuman

    Jadwal Shalat

    Hikmah ke-75 Kitab Al-Hikam: Kedudukan Ahli Makrifah dan Isyarah

    Jumat, 21 Februari 2025, Februari 21, 2025 WIB Last Updated 2025-02-21T08:44:56Z

    Ustaz H. Mursaalin Basyah, Lc., M.A

    Ibnu Aththaillah dalam hikmah ke-75 Kitab Al-Hikam membahas kedudukan ahli makrifah dan Isyarah dalam tauhid kepada Allah SWT. Di dalamnya, beliau menjelaskan bagaimana seorang ahli makrifah mencapai kesempurnaan tauhid, sehingga dalam segala aspek kehidupannya hanya ada Allah SWT.


    Secara garis besar, ahli makrifah adalah mereka yang telah merealisasikan tauhid secara totalitas hanya kepada Allah SWT. Mereka orang-orang yang menafikan segala sesuatu selain Allah dalam kehidupannya, tidak bergantung kepada makhluk, hanya bergantung kepada Allah SWT, serta memandang segala kejadian sebagai bagian dari ketentuan dan kehendak Allah. Hidup mereka dalam kepasrahan total kepada Allah, tanpa mempertuhankan sebab-sebab duniawi.


    Ibnu Aththaillah menyebutkan, ahli makrifah memiliki maqam yang sangat tinggi, yakni mereka yang mencapai tingkat kesucian hati dan tauhid murni.


    Mereka sering disebut sebagai ahli sufi atau aulia Allah, yaitu orang-orang yang hanya mengingat Allah dalam setiap keadaan, dalam pikirannya, lisannya, dan hatinya hanya ada Allah SWT, serta tidak dipengaruhi oleh dunia atau makhluk, karena seluruh perhatian mereka hanya tertuju kepada Allah SWT.


    Salah satu contoh ahli makrifah Rabi’ah Al-Adawiyah, seorang sufi perempuan yang sangat terkenal dengan mahabbah (cinta) kepada Allah SWT. Beliau hidup dalam kepasrahan total kepada Allah. Tidak menginginkan surga maupun takut kepada neraka, karena yang dikejarnya hanyalah Allah SWT. Dalam hati dan pikirannya, tidak ada yang lain kecuali Allah SWT.


    Konsep fana dalam ahli makrifah bisa digambarkan seperti anak yang kecanduan bermain game. Ketika seorang anak asyik bermain game selama berjam-jam. Ia tidak lagi peduli dengan orang di sekitarnya. Suara atau gangguan apa pun tidak mengalihkan perhatiannya karena pikirannya sepenuhnya terpusat pada game yang sedang dimainkan. Begitulah ahli makrifah, mereka telah tenggelam dalam kesadaran hanya kepada Allah SWT.


    Mereka tidak lagi peduli dengan urusan duniawi, karena hati mereka sepenuhnya sudah bersama Allah SWT.


    Konsep Isyarah 


    Setelah memahami ahli makrifah, kini masuk ke dalam konsep isyarah. Isyarah adalah penggabungan tauhid dengan kondisi sekitar, yaitu memahami tanda-tanda kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya.


    Contohnya perubahan alam, seperti langit, bumi, gunung, dan lautan yang mengalami pasang surut. Fenomena alam, seperti hujan yang membawa berkah atau musibah yang menimpa manusia. Kehidupan manusia, yang terus mengalami ujian dan perubahan, semua ini adalah bagian dari ketetapan Allah.


    Dengan memandang semua fenomena ini dengan hati yang bersih, seseorang akan semakin memperkokoh tauhidnya kepada Allah SWT. Namun, pemahaman isyarah sangat tergantung pada tingkat pemahaman dan perenungan seseorang terhadap ciptaan Allah SWT. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa mencapai maqam isyarah dengan mudah.


    Timbul pertanyaan, apakah ahli makrifah tidak membutuhkan biaya hidup atau keperluan dunia lainnya? Jawabannya, mereka hanya bergantung kepada Allah SWT. Allah yang akan menjaga dan mencukupi mereka. Allah telah berjanji akan melindungi hamba-Nya yang sungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya.


    Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath-Thalaq ayat 3: "Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya."


    Ahli makrifah tidak lagi sibuk mencari dunia, karena mereka yakin Allah yang mengatur dan mencukupi mereka. Bagi orang awam, hal ini masih sulit untuk dicapai karena belum sampai pada maqam tersebut.


    Pelajaran bagi Kita


    Bagi kita yang belum mencapai maqam makrifah, tetaplah menjalankan ibadah dan amal saleh sesuai syariat dengan niat yang tulus hanya kepada Allah SWT. Tauhid harus menjadi landasan dalam seluruh aktivitas kita. Ibadah dan doa harus hanya kepada Allah SWT. Jangan sampai menggantungkan hati kepada selain Allah.


    Meskipun kita belum sampai pada tingkat ahli makrifah, setidaknya kita bisa mengamalkan nilai-nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari dengan murni beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya.


    Kesimpulan 


    Ahli makrifah adalah mereka yang telah merealisasikan tauhid secara totalitas hanya kepada Allah SWT; mereka tidak lagi melihat selain Allah dalam segala sesuatu dan hanya bergantung kepada-Nya; konsep fana dalam Ahli Makrifah menggambarkan bahwa hati mereka hanya tertuju kepada Allah SWT.


    Isyarah adalah pemahaman terhadap ciptaan Allah yang memperkokoh tauhid, tetapi pemahaman ini tergantung pada tingkat perenungan seseorang. Bagi kita yang belum mencapai maqam ini, hendaknya tetap menjalankan ibadah dan tauhid secara murni, serta tidak menggantungkan hati kepada selain Allah.


    (Dirangkum oleh Sayed M. Husen dan Darmawan Abidin dari ceramah subuh di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat, 21 Februari 2025)

    Komentar

    Tampilkan

    • Hikmah ke-75 Kitab Al-Hikam: Kedudukan Ahli Makrifah dan Isyarah
    • 0

    Jadwal Shalat

    ”jadwal-sholat”