Judul Terbaru

    Back Groud MRB (atas)


     

    Pengumuman

    Jadwal Shalat

    Perencanaan Keuangan Menghadapi Ramadhan

    Rabu, 12 Februari 2025, Februari 12, 2025 WIB Last Updated 2025-02-12T15:42:54Z

    Ustaz Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, M.A
    Penceramah Masjid Raya Baiturrahman 

    Ramadhan sudah sangat dekat, karena itu sudah saatnya kita mulai mempersiapkan diri, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan, agar Ramadhan dapat dijalani dengan penuh keberkahan tanpa masalah finansial yang mengganggu.


    Rezeki yang kita bawa ke rumah harus halal. Kehalalan rezeki sangat berpengaruh pada keberkahan ibadah yang kita lakukan, termasuk ibadah puasa. Rasulullah Saw. bersabda: "Barang siapa yang memakan harta haram, maka amalannya tidak akan diterima selama 40 hari."


    Rasulullah SAW mengingatkan kita semua, bahwa mencari rezeki yang halal adalah kewajiban utama, terutama menjelang Ramadhan. Jika seseorang mendapatkan rezeki dari riba, suap, atau cara-cara yang tidak dibenarkan dalam Islam, maka dikhawatirkan puasanya hanya akan menjadi lapar dan dahaga, tanpa memperoleh pahala yang sebenarnya.


    Bagaimana cara memastikan kehalalan rezeki? Hindari transaksi yang mengandung riba; pastikan usaha atau pekerjaan yang kita jalani tidak melanggar hukum Islam; perbanyak istighfar dan bertobat jika pernah terlibat dalam transaksi yang meragukan; serta berusaha mencari sumber pendapatan yang tidak hanya halal, tetapi juga thayyib (baik dan bermanfaat).


    Mengatur Keuangan 


    Pengeluaran rumah tangga di bulan Ramadhan cenderung meningkat, karena itu perlu adanya perencanaan keuangan yang baik agar tidak terjadi pemborosan.


    Di Aceh, ada istilah "Si thôn mita si bulan pajoh", yang menggambarkan kebiasaan sebagian masyarakat yang bekerja keras setahun penuh untuk memenuhi kebutuhan satu bulan Ramadhan.Pola pikir seperti ini perlu dikaji ulang. Seharusnya, kita tidak hanya fokus pada aspek konsumtif, tetapi juga pada keberkahan dan keseimbangan dalam membelanjakan harta.


    Beberapa langkah dalam mengatur keuangan menjelang Ramadhan, pertama, membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan mencakup makanan pokok, biaya listrik, air, transportasi, dan kebutuhan ibadah. Sementara keinginan seperti makanan mewah, belanja berlebihan, atau barang yang tidak terlalu diperlukan.  Prioritaskan kebutuhan pokok, karena harga barang biasanya naik menjelang Ramadhan.


    Kedua, membuat anggaran belanja Ramadhan lebih awal. Hitung perkiraan pengeluaran selama Ramadhan; sisihkan dana untuk kebutuhan utama seperti makanan sahur dan berbuka; jangan menunggu harga naik baru berbelanja, lakukan pembelian secara bertahap.


    Ketiga, hindari utang konsumtif. Jangan berutang hanya untuk memenuhi gaya hidup selama Ramadhan; jika harus berutang, pastikan untuk hal yang benar-benar darurat dan mendesak.


    Tradisi Meugang 


    Di Aceh, meugang adalah tradisi yang sangat kuat menjelang Ramadhan. Tradisi ini melibatkan pembelian daging dalam jumlah besar untuk dimasak dan disantap bersama keluarga.


    Bagi linto baro (pengantin pria yang baru menikah), ada kewajiban untuk membawa daging meugang ke rumah mertua. Ini merupakan tradisi yang dianggap sebagai simbol tanggung jawab dan penghormatan terhadap keluarga istri.


    Karena itu, persiapan finansial untuk meugang harus direncanakan jauh-jauh hari agar tidak membebani keuangan keluarga.


    Tips menghadapi meugang secara finansial: sisihkan dana sejak jauh hari agar tidak terkejut dengan harga daging yang naik; tidak perlu berlebihan dalam membeli daging, sesuaikan dengan kemampuan; jika memungkinkan, cari alternatif yang lebih hemat tetapi tetap bernilai bagi keluarga.


    Infak dan Sedekah 


    Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh dengan keberkahan dan peluang beramal sebanyak-banyaknya. Rasulullah SAW orang yang paling dermawan, terutama saat Ramadhan.


    Keutamaan infak dan sedekah di bulan Ramadhan: pahala dilipatgandakan; mendatangkan keberkahan dalam harta; menghapus dosa-dosa kecil; serta meringankan beban orang yang membutuhkan. 


    Karena itu, pengeluaran infak dan sedekah perlu dipersiapkan, seperti: memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa; membantu keluarga yang kurang mampu; dan berinfak untuk pembangunan masjid atau kegiatan dakwah.


    Di penghujung Ramadhan, setiap Muslim wajib membayar zakat fitrah, yang untuk menyucikan diri dari segala kesalahan selama berpuasa serta membantu fakir miskin.


    Hal yang perlu diperhatikan dalam zakat fitrah: harus dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri; jumlahnya sesuai dengan ketentuan syariat (biasanya 1 sha’ atau sekitar 2,5 kg beras per orang; dan sisa dibayarkan dalam bentuk beras atau uang senilai harga beras tersebut.


    Jadi sgar tidak memberatkan, sebaiknya zakat fitrah disiapkan sejak awal Ramadhan dengan menyisihkan dana sedikit demi sedikit.


    Kesimpulan


    Menghadapi bulan Ramadhan tidak hanya tentang persiapan ibadah, tetapi juga tentang pengelolaan keuangan yang baik. Dengan mengatur keuangan sejak dini, kita dapat: memastikan kehalalan rezeki, agar ibadah kita diterima; menghindari pemborosan dan utang konsumtif yang tidak perlu; serta menjalankan tradisi meugang dengan lebih bijak.


    Kita juga dapat memaksimalkan infak dan sedekah sebagai investasi akhirat, serta menyediakan dana untuk zakat fitrah tanpa terburu-buru di akhir Ramadhan.


    (Dirangkum oleh Darmawan Abidin dan Sayed Muhammad Husen dari Ceramah Shubuh Masjid Raya Baiturrahman, Rabu, 12 Februari 2025)

    Komentar

    Tampilkan

    • Perencanaan Keuangan Menghadapi Ramadhan
    • 0

    Jadwal Shalat

    ”jadwal-sholat”