
![]() |
Ustaz H. Tamlicha Hasan, Lc., MA Penceramah Masjid Raya Baiturrahman |
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan mengulang kaji ilmu tentang ibadah agar dapat melaksanakannya dengan baik dan benar. Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nahl: 43)
Allah SWT menegaskan pentingnya menuntut ilmu, terutama ilmu ibadah, agar amalan yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT. Tanpa ilmu, ibadah bisa menjadi sia-sia atau bahkan tidak sah.
Keistimewaan Ibadah Puasa
Ibadah puasa memiliki keistimewaan dibandingkan dengan ibadah lainnya, karena ibadah ini bersifat rahasia antara seorang hamba dengan Allah SWT. Rasululullah SAW bersabda: "Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan, pahala puasa tidak terbatas, karena hanya Allah yang mengetahui keikhlasan dan kesungguhan seorang hamba dalam menjalankannya.
Mengkaji Kembali Ketentuan Ibadah
Pertama, ibadah shalat. Shalat adalah ibadah yang wajib dilakukan lima kali sehari bagi setiap muslim. Rasulullah SAW menegaskan, shalat pembeda antara orang yang beriman dan yang tidak. Rasulullah SAW bersabda: "Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat, barang siapa meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir." (HR. Tirmidzi dan An-Nasai)
Shalat memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi agar sah di sisi Allah SWT. Syarat sah shalat: menghadap kiblat, suci dari hadas kecil dan besar, pakaian dan tempat shalat harus bersih, serta shalat dilakukan pada waktunya.
Rukun shalat terdiri atas niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, ruku’, i’tidal, sujud, duduk antara dua sujud, tahiyat akhir, sembaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta diakhiri dengan salam.
Allah berfirman: "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45)
Kedua, ibadah haji. Haji rukun Islam yang diwajibkan bagi mereka yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Allah berfirman: "Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke sana." (QS. Ali Imran: 97).
Ketiga, ibadah zakat. Zakat ibadah sosial yang bertujuan untuk membersihkan harta dan membantu sesama. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103).
Mengkaji Ketentuan Puasa
Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang baligh dan mampu. Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183).
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Rukun puasa terdiri atas, pertama, niat. Harus dilakukan sebelum fajar. Bisa diniatkan sekaligus untuk satu bulan penuh. Kedua, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, yaitu makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami-istri di siang hari, dan muntah dengan sengaja.
Sunnah dalam Puasa
Pertama, sahur. Rasulullah SAW bersabda, "Makan sahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Kedua, menyegerakan berbuka: "Manusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketiga, berdoa saat berbuka: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah." (HR. Abu Dawud)
Kesimpulan
Pertama, mengulang kaji ilmu ibadah adalah hal utama agar ibadah kita diterima Allah SWT. Kedua, puasa ibadah yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Ketiga, shalat, zakat, dan haji harus dilakukan sesuai syariat agar sah dan bernilai ibadah. Keempat, perlu mempersiapkan diri dengan ilmu akan menjadikan Ramadhan lebih bermakna dan penuh berkah.
(Disarikan oleh Darmawan Abidin dan Sayed M. Husen dari ceramah Shubuh di Masjid Raya Baiturrahman, Senin, 10 Februari 2025)