Judul Terbaru

    Back Groud MRB (atas)


     

    Pengumuman

    Jadwal Shalat

    Keutamaan Bulan Ramadhan

    Sabtu, 08 Maret 2025, Maret 08, 2025 WIB Last Updated 2025-03-09T07:35:41Z


    Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."


    Ibadah puasa telah menjadi bagian dari syariat agama-agama sebelumnya, bukan hanya dalam Islam. Dalam sejarah, puasa juga diamalkan oleh umat Yahudi, Nasrani, dan bahkan bangsa-bangsa kuno lainnya dengan tujuan mendekatkan diri kepada Tuhan. Hal ini menunjukkan puasa memiliki nilai universal yang mengajarkan manusia untuk menahan diri, membersihkan jiwa, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.


    Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah. Dalam bulan ini, Allah subhanahu wa ta’ala membuka pintu rahmat-Nya dan mengabulkan doa-doa hamba-hamba-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan." (QS. Ghafir: 60)


    Hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan keistimewaan bulan Ramadhan:

    "Tiga doa yang tidak akan tertolak: doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi." (HR. Tirmidzi)


    Puasa sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Karena itu, di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.


    Golongan yang Amalannya Tidak Diterima


    Pemimpin yang zalim atau tidak adil adalah golongan yang amal ibadahnya tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Pemimpin yang tidak menjalankan amanah dengan baik, menindas rakyatnya, dan tidak berbuat adil akan mendapat murka Allah. Sebaliknya, pemimpin yang adil akan mendapatkan keistimewaan di akhirat, bahkan disebutkan dalam hadis bahwa ia akan masuk surga lebih dahulu. 


    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah dan paling dekat dengan-Nya pada hari Kiamat adalah pemimpin yang adil." (HR. Tirmidzi)


    Anak yang durhaka kepada orang tua juga termasuk golongan yang amalannya tidak diterima. Berbakti kepada orang tua adalah salah satu amal yang paling dicintai Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, dan murka Allah terletak pada murka orang tua." (HR. Tirmidzi)


    Anak yang durhaka, yang tidak menghormati atau menyakiti hati orang tuanya, akan mendapatkan kehinaan di dunia dan di akhirat.


    Orang yang mengabaikan ibadah puasa Ramadhan termasuk golongan yang amalannya tidak diterima. Puasa Ramadhan salah satu rukun Islam. Orang yang dengan sengaja meninggalkannya tanpa uzur syar’i dianggap meremehkan syariat Allah. 


    Dalam hadis disebutkan: "Barang siapa yang meninggalkan puasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa uzur syar’i, maka tidak akan bisa diganti dengan puasa sepanjang tahun sekalipun." (HR. Abu Dawud)


    Golongan yang Dijauhi oleh Allah


    Ada golongan manusia yang Allah tidak sudi berbicara dengan mereka di hari akhirat. Salah satunya orang yang suka berdusta. Dusta adalah sifat tercela yang sangat dibenci dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Sedangkan dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)


    Pemimpin yang tidak menepati janji juga termasuk dalam golongan ini. Seorang pemimpin yang tidak menepati janji telah mengkhianati amanah rakyatnya. Dalam Islam, pemimpin memiliki tanggung jawab besar, dan setiap janjinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.


    Orang fakir yang sombong golongan yang juga dijauhi oleh Allah. Sombong sifat yang sangat dibenci oleh Allah, terlebih jika seseorang tidak memiliki apa-apa tetapi masih menyombongkan dirinya. 


    Dalam hadis disebutkan bahwa orang fakir yang sombong akan masuk neraka lebih dahulu sebelum akhirnya disucikan dan dimasukkan ke dalam surga. Namun, mereka tetap tidak akan mendapat kehormatan berupa sapaan dari Allah.


    Kenikmatan Berbicara dengan Allah


    Salah satu kenikmatan yang paling besar bisa berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam kisah Nabi Musa ‘alaihis salam, disebutkan bahwa beliau sangat menikmati percakapannya dengan Allah.


    Ketika Allah bertanya kepada Nabi Musa, “Apa yang ada di tanganmu?”, Nabi Musa tidak hanya menjawab singkat “tongkat”, tetapi menjelaskan panjang lebar manfaatnya: "Ini adalah tongkatku. Aku menggunakannya untuk berjalan, memukul dedaunan agar jatuh, dan ada banyak manfaat lainnya."


    Ini menunjukkan, ketika seseorang merasa senang dalam percakapan, ia akan berbicara lebih panjang dan mendetail. Hal ini menggambarkan betapa indahnya ketika seorang hamba dapat berbicara dengan Tuhannya.


    (Dirangkum oleh Abu Lampanah dan Darmawan Abidin dari ceramah subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Minggu, 9 Maret 2025)

    Komentar

    Tampilkan

    • Keutamaan Bulan Ramadhan
    • 0

    Jadwal Shalat

    ”jadwal-sholat”