
![]() |
Ustaz Dr. K.H. Muharrir Asy’ary, Lc, M.Ag |
Rasulullah SAW bersabda, "Kullukum ra'in wa kullukum mas'ulun 'an ra'iyyatihi", yang artinya, "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari & Muslim).
Orang tua memiliki kewajiban utama terhadap anaknya, yaitu memberi nama yang baik, merawat dan membesarkannya, mendidik dengan ilmu agama serta akhlak mulia, dan menikahkan anaknya saat sudah cukup umur, terutama anak perempuan, agar terhindar dari fitnah.
Kasih sayang orang tua terhadap anak terwujud dalam perhatian, bimbingan, dan kedekatan emosional. Rasulullah SAW sendiri sering mencium dan memeluk cucunya, Hasan dan Husain, sebagai bentuk kasih sayang. Namun, lebih dari sekadar kasih sayang fisik, orang tua juga harus memastikan anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang baik dan mendapatkan pendidikan yang benar.
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat, dan (3) Anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim).
Anak yang saleh investasi akhirat bagi orang tuanya, karena doanya tetap mengalir bahkan setelah orang tuanya wafat. Sebaliknya, anak yang tidak dididik dengan baik bisa menjadi sumber kesedihan dan musibah.
Dalam hadis lain disebutkan, anak dapat menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi tergantung bagaimana orang tuanya mendidik mereka. Hal ini menegaskan bahwa peran orang tua sangat besar dalam membentuk karakter dan akidah anak.
Anak bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi orang tua jika berprestasi dan berakhlak baik, tetapi bisa juga menjadi musuh jika durhaka atau menjadi perusak di masyarakat. Karena itu, mendidik anak dengan baik merupakan kewajiban utama orang tua.
Cara terbaik mendidik anak dengan memberikan teladan yang baik, membiasakan mereka dalam ibadah sejak dini, serta selalu mendoakan agar mereka menjadi generasi yang taat kepada Allah.
Allah SWT mengajarkan sebuah doa untuk keluarga dalam Al-Qur'an, "Rabbana hablana min azwajina wa min dhurriyyatina qurrata a'yun waj'alna lil-muttaqina imama," yang artinya, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74).
Mari kita berdoa agar Allah SWT memberikan keberkahan bagi keluarga dan keturunan kita.
(Dirangkum oleh Abu Lampanah dan Darmawan Abidin dari Ceramah Subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 8 Maret 2025)